Tim Ahli Software Revit

Tim yang Siap membantu untuk Solusi Anda Menggunakan Software Revit

Pengalaman Membuktikan

Pengalaman Kami Hampir 10 Tahun Menggunakan Software Revit untuk Perencanaan Detail

Masa Depan Software Perancangan

Kebutuhan akan Software yang Terintegrasi Hingga ke Detail Maupun Perhitungan Quantity adalah Masa Depan Perancangan yang Telah diterapkan di Negara Maju

Beralih ke Konsep BIM

Peralihan ke Software BIM Mungkin Terdengar Sulit, Tapi Kami Akan Membantu Mewujudkannya dengan Mudah

Keputusan di Tangan Anda

Kami Akan Membantu Setiap Tim yang Ingin Beralih Menggunakan Revit Melalui Pelatihan Maupun Konsultasi Ahli

Sabtu, 27 Februari 2021

Pelatihan Revit : Koneksi Struktur Baja Revit (Part 1- Koneksi Balok ke Kolom)

 Autodesk Revit menyediakan tipe-tipe koneksi yang memungkinkan kita untuk memvisualisasikan bentuk koneksi antara tiap-tiap elemen baja. Seperti kita ketahui bahwa baja memiliki banyak karakteristik bentuk profil beserta sambungannya. Konstruksi baja dapat terdiri dari :

- Kolom

- Balok

- Bracing

- Rafter

- Stiffner

- Plat

- Baut, dsb.

Komponen struktur baja yang disebutkan diatas memiliki fungsinya tersendiri serta masing-masingnya terdiri dari berbagai macam bentuk dan ukuran. Kolom dan balok merupakan komponen utama struktur baja yang membentuk bangunan. Sedangkan bracing dan rafter merupakan pengaku agar konstruksi baja dapat stabil menahan gerakan horisontal maupun vertikal. Stiffner, plat & baut lebih berfungsi sebagai komponen koneksi yang dapat menghubungkan komponen baja satu dengan lainnya. 


Pada pelatihan kali ini kita akan membahas jenis-jenis koneksi antara kolom dan balok baja yang disediakan oleh Autodesk Revit. 

01. Beam Seat T


Koneksi ini menghubungkan kolom & balok atau 2 balok dengan seat T yang dapat dibuat menggunakan plat atau profil T. Seat atau dudukan dilas ke balok utama dan dibaut atau dilas ke balok kedua


Profil baja yang cocok :

Kolom atau Balok utama : Profil I atau Channel (CNP)

Balok kedua : Profil I, Channel (CNP) atau Profil Hollow

Urutan seleksi objek : 1. Kolom atau  Balok utama 2. Balok kedua

Options : Various stiffeners, shim plates, slotted holes


02. Column Beam Seat Angle



Koneksi ini menghubungkan kolom & balok atau 2 balok dengan satu atau 2 dudukan berupa siku / angles. Siku dapat di las atau dibaut ke balok.


Profil baja yang cocok :

Kolom atau Balok utama : Profil apapun, umumnya profil I atau Channel (CNP)

Balok kedua : Profil I, Channel (CNP) atau Profil Hollow

Urutan seleksi objek : 1. Kolom atau Balok utama 2. Balok kedua

Options : Various stiffeners, shim plates, slotted holes


03. Column Beam Seat T



Koneksi antara kolom dengan balok atau 2 balok menggunakan dudukan T yang dapat dibuat dari plat atau profil T. Dudukan T dilas ke balok utama atau kolom dan dibaut ke balok kedua


Profil baja yang cocok :

Kolom atau Balok utama : Profil apapun, umumnya profil I atau Channel (CNP)

Balok kedua : Profil I, Channel (CNP) atau Profil Hollow

Urutan seleksi objek : 1. Kolom atau Balok utama 2. Balok kedua

Options : Various stiffeners, shim plates, slatted holes


04. Gable Wall End Plate


Mengkoneksikan kolom dengan rafter diatasnya menggunakan plat cover yang dilas ke kolom dan dibaut ke rafter. Baut pada rafter secara otomatis terbentuk di garis gauge.


Profil baja yang cocok :

Rafter : Profil I, Kanal C (CNP)

Kolom : Profil apa saja

Urutan seleksi objek : 1. Rafter, 2. Kolom

Options : Various stiffeners, shim plates, joint design


05. Knee of Frame at Web with Plate Haunch and End Plate


Mengkoneksikan kolom dengan rafter menggunakan plat haunch yang menempel pada bagian web kolom. Koneksi ke rafter menggunakan end plate.


Profil baja yang cocok :

Kolom : Profil I

Balok : Profil apa saja, umumnya profil I, balok las atau balok lengkung.

Urutan seleksi objek : 1. Kolom, 2. Balok

Options : Various stiffeners, weld preparations, additional plate, cap plate, galvanizing holes, punch marks.


06. Knee of Frame Bolted with Haunch


Mengkoneksikan kolom dengan balok menggunakan plat haunch yang menempel pada bagian flange kolom. Koneksi ke balok disesuaikan. Hauch dapat dibuat dari profil atau plat.


Profil baja yang cocok :

Kolom : Profil I

Balok : Profil I, profil lengkung

Urutan seleksi objek : 1. Kolom, 2. Balok

Options : Various stiffeners, end plate, cap plate, additional plate, additional rafter, joint design.


07. Knee of Frame with Plate Haunch and End Plate



Mengkoneksikan kolom dengan balok menggunakan plat haunch yang menempel pada bagian flange kolom. Koneksi ke rafter menggunakan end plate.


Profil baja yang cocok :

Kolom : Profil apa saja, umumnya profil I, dan balok las.

Balok : Profil apa saja, umumnya profil I, balok las atau balok lengkung.

Urutan seleksi objek : 1. Kolom, 2. Balok

Options : Various stiffeners, weld preparations, additional plate, cap plate, galvanizing holes, punch marks.


08. Moment Connection



Kolom dan balok dikoneksikan dengan cara memberikan koneksi momen


Profil baja yang cocok : 

Kolom / balok utama : profil apa saja, umumnya profil I, RHS (rectangular hollow section), double channel, star angle

Balok kedua : Profil I, double channel back to back, CNP kanal C, Siku / angle, Profil T, RHS (rectangular hollow section)

Urutan seleksi objek : 1. Kolom/balok 1, 2. Balok 2

Options : Various stiffeners, weld preparations, backing bar


09. Moment Flange Plates


Balok dikoneksikan ke kolom atau balok utama menggunakan plat pada bagian flange dengan cara dibaut atau dilas ke balok atau kolom utama.


Profil baja yang cocok : 

Kolom / balok utama : profil apa saja, umumnya profil I, RHS (rectangular hollow section), double channel, star angle

Balok kedua : Profil I, double channel back to back, CNP kanal C, Siku / angle, Profil T, RHS (rectangular hollow section)

Urutan seleksi objek : 1. Kolom/balok 1, 2. Balok 2

Options : Shim plates, slotted holes, Various stiffeners, weld preparations


10. Moment Flange T


Balok dikoneksikan ke kolom atau balok utama menggunakan profil T dengan cara dibaut atau dilas ke balok atau kolom utama.


Profil baja yang cocok : 

Kolom / balok utama : profil apa saja, umumnya profil I, RHS (rectangular hollow section), double channel, star angle

Balok kedua : Profil I, double channel back to back, CNP kanal C, Siku / angle, Profil T, RHS (rectangular hollow section)

Urutan seleksi objek : 1. Kolom/balok 1, 2. Balok 2

Options : Shim plates, slotted holes, Various stiffeners, copes


11. Post Double Beam


Koneksi antara kolom dengan 2 rafter menggunakan plat cover yang dilas ke kolom dan dibaut ke rafter.

Profil baja yang cocok : Profil I, CNP (kanal C), RHS/SHS (Rectangular / square hollow section), balok las & compound.

Urutan seleksi objek : 1. Kolom. 2. Rafter, 3. Rafter

Options : Rafter dapat dipotong miring (cut at angles), spacer plates


12. Seated Beam Connection


2 balok atau balok dengan kolom dikoneksikan dengan 1 atau 2 siku (angles). Siku dapat dilas atau dibaut ke kedua balok.

Profil baja yang cocok : Profil apa saja, umumnya profil I, CNP (Canal C)

Urutan seleksi objek : 1. Kolom/balok 1, 2. Balok 2

Options : Stiffener, slotted holes


13. Stiffened Seated Beam Connection


2 balok atau balok dengan kolom dikoneksikan dengan 1 atau 2 siku (angles). Siku dapat dilas atau dibaut ke kedua balok.

Profil baja yang cocok : Profil apa saja, umumnya profil I, CNP (Canal C)

Urutan seleksi objek : 1. Kolom/balok 1, 2. Balok 2

Options : Stiffener, slotted holes


Itulah ketigabelas jenis koneksi yang memungkin kan antara balok dan kolom yang disediakan oleh Revit. Variasi bentuknya dapat menyesuaikan arah dan posisi hubungan. Selain itu juga terdapat opsi-opsi pengaturan koneksi yang mengontrol posisi plat, baut, lubang, stiffener, dsb. Pengaturan opsi ini perlu dicoba langsung untuk mengetahui kegunaannya. 

Adanya fitur koneksi baja di Revit dapat mempercepat pekerjaan membentuk model konstruksi baja, namun perlu diperhatikan bahwa komponen konstruksi tentu saja membutuhkan perhitungan ahli struktur yang sebelumnya sudah menentukan jenis komponen baja, ukuran dan koneksinya sesuai dengan kebutuhan dan bentangan struktur baja.

Bagian selanjutnya akan membahas fitur koneksi antara ujung balok dengan ujung balok lainnya.


Tutorial Revit - Membuat Bentuk Atap Tradisional Batak

 Tutorial Revit kali ini kita akan membahas bagaimana caranya membentuk atap model atap adat Batak yang identik dengan rumah tradisional Batak yang berlokasi di Sumatera Utara. Pada Software Revit, disediakan tool Roof untuk membuat berbagai jenis bentuk atap yang sudah kita bahas pada tutorial lain di website ini. Namun untuk bentuk atap yang unik seperti atap tradisional Batak ini ini kita akan kesulitan jika menggunakan tool roof yang ada. Kita akan membuatnya menggunakan tool Massing yang akan diconvert menjadi atap.


Tutorial ini juga tersedia dalam bentuk video di channel kami, silahkan klik link ini jika ingin menyimak tutorial dalam bentuk video 


Referensi bentuk atap Rumah Adat Batak

Gambar diatas adalah referensi gambar atap yang diinginkan. Kita akan membahas cara membuat atapnya saja, untuk bangunannya bisa diterapkan tool-tool dinding dan lantai. Oke buka saja file baru / new, pada pemilihan template pilih Architectural Template, klik OK. Jika sudah terbuka layar gambar baru, buat dinding terlebih dahulu sebagai acuan bentuk dan ukuran atap. Gariskan dilayar dengan ukuran 4 meter x 9 meter. Pastikan base constraint berada di Level 1 dan top constraint berada di level 2.



Pemilihan Template





klik tool dinding






Pilih line atau rectangle



Atur properties dinding


Gariskan dilayar membentuk kotak ukuran 4000 x 10000


Setelah itu masuk ke gambar tampak, pilih tampak East untuk melihat bangunan dari sisi samping / kanan / timur. Buat Ref Plane dengan mengklik tool ref plane pada tab Architecture, gariskan 3 buah ref plane seperti gambar dibawah. Beri nama ref plane dengan mengklik "click to name". Beri nama A, CL, dan B seperti pada gambar. Ref plane ini berfungsi sebagai acuan bentuk atap.


Masuk ke tampak East di project browser




Gariskan ref plane sebagai kerangka bentuk 

Selanjutnya pindah tampak ke tampak South untuk mulai membentuk garis atap di tampak depan. Pilih tab Massing & Site, lalu pilih "in-place mass". Akan muncul pemberian nama mass, beri nama dengan "atap".


Klik tool in-place mass




Muncul pemberian nama Mass




Beri nama dengan Atap

Selanjutnya klik Set untuk memilih bidang ref plane yang sebelumnya sudah kita siapkan. Lalu akan muncul pilihan Work Plane, pilih Name, dan klik nama ref plane yang sudah dibuat. Pilih CL. Lalu klik line untuk membentuk garisnya seperti contoh gambar dibawah.


Klik tombol Set untuk menentukan work plane yang aktif




di tampak South klik line untuk membuat garis 




Bentuk garis sesuai dengan bentuk atap dibagian tengah (bagian lembah)


Selanjutnya kita akan mengcopy garis yang sudah dibuat, pindah ke tampak East atau West, pilih garisnya dan copy ke kiri mendekati ref plane A atau B.



Pindah ke tampak West, copy garis ke sisi lain




Posisikan mendekati ref plane di kiri

Posisikan sisi bawah garis agar menempel pada salah satu ujung ref plane, lalu putar menyesuaikan kemiringan ref plane nya.


Posisikan menemui ujung garis ref plane




Putar garis mengikuti kemiringan ref plane




Garis sudah mengikuti kemiringan ref plane



Masuk ke view 3D, lalu klik objek hasil copy, tarik sudut atas garis agar sisi ini memiliki ujung atap yang lebih tinggi. Sesuaikan ketinggian agar membentuk atap seperti tanduk.


Masuk ke view 3D, klik lagi garis hasil copy




Pilih garis hasil copy




Klik dan drag untuk meninggikan posisi sudut atasnya

Selanjutnya bentuk atap sisi ini bisa kita mirror agar menjadi sisi atap yang lain. Setelah di mirror akan terlihat kerangka bentuk atap seperti pada gambar.


Masuk lagi ke tampak west, mirror garis agar tercopy ke sisi lainnya

Untuk membentuk atap dari garis-garis yang sudah disiapkan, klik semua garisnya menggunakan drag selection atau klik dan tekan ctrl lalu klik garis-garis lainnya. Lalu pilih tool "Create Form", pilih solid form, maka garis-garis yang terpilih akan menyatu menjadi sebuah bentuk 3d sesuai dengan kerangka garis-garis tadi.


Kembali ke view 3D dan pilih semua garis




Kik tombol Create Form, pilih Solid Form




Massing sudah terbentuk mengikuti garis

Bentuk ini masih berupa wujud "massing" dengan kata lain ini bukanlah bentuk atap secara fisik. Massing hanyalah panduan bentuk geometri yang nantinya harus dijadikan wujud bangunan fisik berupa lantai, dinding atau atap. Untuk membuatnya menjadi wujud fisik atap, klik Roof di tab Massing & Site. Di jendela properties sebelah kiri akan tampil pilihan tipe atap yang akan digunakan. Pertama-tama kita buat dulu tipe atap dengan mengklik Edit Type, lalu klik Edit.


Klik tab Massing & Site, klik tombol Roof




Pilih Edit Type di jendela properties


Pada jendela Type Properties, pilih Edit lagi untuk memberi susunan material atap. Akan terbuka jendela baru lagi yaitu edit assembly, pada bagian material, klik By Category untuk memberi material utama atap, lalu kita akan diarahkan ke jendela Material Browser.

Pilih Edit




Klik tombol kecil di kanan By Category


Pada material browser, ketik roof untuk mencari material atap yang sudah disediakan oleh library Revit. Terdapat beberapa pilihan, klik Asphalt Shingle atau bisa juga Wood Shake, klik tombol Up untuk menggunakannya.


Temukan material atap dengan ketik roof di kolom pencarian atas

Klik centang pada pilihan Use Render Appearance, Lalu pindah ke tab Appearance, cek apakah material ini sudah menggunakan file tekstur yang kita inginkan. Untuk mengganti tekstur gambarnya bisa klik nama file nya dibawah gambar, lalu pilih gambar lain yang kita miliki. Gambar ini bisa didapat dari foto atau download tekstur atap di internet dalam bentuk JPG. Klik OK



Centang pilihan Use render appearance di tab Graphics




Masuk tab Appearance, cek tekstur atap yang digunakan

Perhatikan nama material sudah muncul di kolom material, klik insert untuk memberikan lapisan baru berupa alumunium foil. Klik lagi by category pada baris yang baru terbentuk, lalu pada jendela Material Browser cari Alumunium, klik kanan dan beri nama menjadi foil. Beri ketebalan pada material ini dengan ketik 2 mm di bagian thickness nya. Klik OK



Klik insert untuk membentuk lapisan baru




Cari material alumunium, klik kanan dan duplicate atau rename menjadi foil




Material atap dan foil sudah tersusun, isi thickness menjadi 2 mm

Klik OK lagi, dan kita akan kembali ke layar gambar, klik bentuk massing atap, lalu klik tombol Create Roof, maka atap akan terbentuk mengikuti bentuk massingnya. Ubah tampilan shading menjadi realistic untuk melihat teksturnya.




Kembali kelayar gambar, pilih tab Massing & Site, pilih Roof, lalu klik objek, klik tombol Create Roof




Atap akan terbentuk mengikuti bentuk massing, atur shading menjadi Realistic

Perhatikan digambar dibawah ini bahwa tekstur atap terlihat agak aneh, karena massing masih terlihat. Disini massing perlu kita sembunyikan karena bentuknya sudah terpakai menjadi atap. Klik dan drag dari kanan kekiri mengenai atap, lalu pilih filter untuk memilih massing saja. Lalu klik kanan dan pilih hide in view - elements maka massing akan disembunyikan dan atap akan terlihat dengan tekstur yang sebenarnya.


Shading realistic dimana massing masih terlihat




Pilih dengan drag sedikit dari kanan ke kiri




Klik tombol filter




Pastikan hanya mass yang tercentang, klik OK




Klik kanan, pilih Hide in View - Elements




Massing sudah tersembunyi

Oke atap sudah terbentuk sesuai dengan keinginan, sekarang kita perlu menutup celah antara dinding dengan atap. Pilih semua dinding dibawah atap, lalu klik tombol Attach, lalu klik atap maka dinding akan menyesuaikan bentuk dengan atap.


Pilih semua dinding dengan drag dari kanan kekiri




Klik tombol attach




Klik atap




Dinding akan mengikuti bentuk atap sehingga celah antara dinding atap akan tertutup.




Simak Tutorial Ini dalam Bentuk Video